ArticlesDecember 7, 2020by skytreeDigitalisasi Marketing

Semakin hari semakin banyak hal yang menjadi digital. Berdasarkan riset dari We Are Social, ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia di tahun 2020. Terdapat banyak perkembangan baru dalam dunia bisnis yang mulai merambah masuk ke digital, seperti digitalisasi keuangan, digitalisasi human resources, dan yang tak kalah populer, digitalisasi marketing.
https://www.skytreedgtl.com/wp-content/uploads/2020/12/article-headimg-58-1024x640.jpg

Semakin hari semakin banyak hal yang menjadi digital. Berdasarkan riset dari We Are Social, ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia di tahun 2020. Terdapat banyak perkembangan baru dalam dunia bisnis yang mulai merambah masuk ke digital, seperti digitalisasi keuangan, digitalisasi human resources, dan yang tak kalah populer, digitalisasi marketing.

Namun, penting bagi kita untuk menyadari esensi dari digitalisasi marketing. Ini bukanlah sekedar menggunakan media sosial dan membuat website agar proses marketing punya cabang online. Kita juga harus memahami mengapa terjadi perubahan ini dari sisi audiens, dan apa keuntungan yang ditawarkan dari digitalisasi proses marketing perusahaan.

Perhatian konsumen pindah

Fenomena konsumen sekarang sangat berbeda dengan dahulu. Pemasaran konvensional atau yang biasa kita sebut offline dengan gampang dapat merebut perhatian konsumen. Alasannya sederhana, media penarik perhatian masih sangat terbatas.

Kita tentu masih ingat masa-masa dimana iklan televisi sangat mengganggu namun membuat kita teringat dengan irama maupun tagline sebuah brand. Di sisi lain, iklan koran begitu lebar, namun menjadi satu-satunya sarana kita menemukan promosi yang tanpa basa basi. Lalu, iklan radio yang menemani hari-hari kita dengan berbagai alunan suara yang indah.

Banyak brand yang berhasil memanfaatkan segala keterbatasan di masa tersebut untuk memunculkan awareness. Penarik perhatian konsumen pada masa itu juga tidak terbatas pada iklan televisi, radio, ataupun koran; ada juga pengadaan event, sponsorship, dan lainnya. Semua itu tetap pada koridor offline, dan hanya brand yang memiliki budget yang tinggi yang mampu melakukannya dalam skala besar dan terus menerus.

Masuk ke era digital

Digital menawarkan sesuatu yang berbeda kepada konsumen. Konsumen bisa mengakses informasi dan media apapun jika memiliki smartphone yang terkoneksi ke internet. Behavior konsumen juga berbeda. Kini orang lebih sering menghabiskan waktu untuk melihat media sosial. Mengamati kehidupan artis dari infotainment terasa terlalu lawas karena kita telah menonton vlognya langsung di Youtube.

Digital juga menawarkan hal yang berbeda untuk perusahaan. Iklan sebagai salah satu sarana pemasaran telah berevolusi menjadi lebih variatif dan terjangkau. Sudah hilang masa dimana marketing yang keren hanya dikuasai oleh perusahaan berbudget tinggi karena menggunakan media sosial adalah hak semua perusahaan.

Perbedaan digital dan konvensional

Banyak sekali keuntungan yang tidak bisa didapatkan dari digitalisasi marketing. Salah satu keuntungan utama adalah membuat brand lebih adaptif dengan perilaku konsumen. Perusahaan bisa memanfaatkan hal ini dengan mengeluarkan strategi marketing yang lebih modern dan bisa menjembatani konsumen lama dan calon konsumen baru.

Dari karakteristik, marketing versi digital mempunyai fitur tracking digital yang mumpuni. Ini menjadi jawaban untuk ketidakmampuan marketing versi offline untuk mengukur efektivitas marketing dengan sangat dalam. Dalam proses digitalisasi marketing, kita sangat diuntungkan dengan adanya pengetahuan atribusi sebuah upaya marketing dengan hasil bisnis. Perusahaan bisa dengan lincah mengeluarkan produk dan strategi baru berdasarkan hasil insight dari digitalisasi marketing.


Artikel ditulis oleh: William Jakfar