ArticlesDecember 7, 2020by skytreeJenis-Jenis Model Bisnis Digital

Perkembangan digital memunculkan banyaknya model bisnis baru yang semakin beragam dan adaptif. Dengan berbagai teknologi seperti pembayaran online, model langganan, dan lain sebagainya membuat bisnis juga bisa mengeksplorasi peluang-peluang lain di dunia digital. Bisnis pun bisa mendapatkan keuntungan dengan lebih modern menggunakan satu atau berbagai macam model bisnis digital seperti layaknya startup.
https://www.skytreedgtl.com/wp-content/uploads/2020/12/article-headimg-64-1024x640.jpg

Perkembangan digital memunculkan banyaknya model bisnis baru yang semakin beragam dan adaptif. Dengan berbagai teknologi seperti pembayaran online, model langganan, dan lain sebagainya membuat bisnis juga bisa mengeksplorasi peluang-peluang lain di dunia digital. Bisnis pun bisa mendapatkan keuntungan dengan lebih modern menggunakan satu atau berbagai macam model bisnis digital seperti layaknya startup.

Model bisnis yang bagus adalah salah satu faktor utama dalam keberhasilan bisnis. Model-model ini seringkali muncul dari adaptasi model bisnis lama yang adaptif di era digital. Terdapat banyak jenis model bisnis dalam dunia digital, namun secara sederhana kita akan mengklasifikasikan hal tersebut dalam 9 model, yaitu:

Brokerage/Marketplace

Model bisnis ini pada intinya menghubungkan penjual dan pembeli pada satu tempat. Brokerage atau lebih modern disebut marketplace akan mendapatkan keuntungan dari biaya layanan penggunaan platform, komisi penjualan, maupun jasa iklan untuk penjual.Model bisnis ini mengarahkan upaya bisnis untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya penjual dan pembeli. Contoh yang paling umum di Indonesia seperti: Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lain sebagainya.

Advertising

Model bisnis ini menghubungkan para pemasang iklan dengan pemilik media. Dalam digital, seringkali pemilik media juga mempunyai model bisnis advertising untuk menyediakan iklan langsung ke platformnya. Model bisnis ini mendapatkan keuntungan dari persentase komisi menjual iklan, atau biaya iklan jika memiliki platform media.Model ini mengandalkan banyaknya pengguna yang bisa diberi iklan oleh para pemasang iklan. Contoh perusahaan yang menggunakan model ini adalah Google dengan Google Ads, Facebook dan Instagram dengan Facebook Ads, serta beberapa marketplace seperti Shopee dengan Shopee Iklanku.

Infomediary

Model bisnis ini menghubungkan konsumen dengan kurasi informasi yang bersifat spesifik dan bernilai. Model bisnis ini mendapatkan keuntungan dari biaya langganan atau biaya akses.Model ini mengandalkan kualitas dari kurasi informasi yang disediakan, semakin berkualitas atau bermanfaat maka semakin mahal harga yang ditawarkan. Contoh perusahaan yang memakai model bisnis ini adalah Kompas dengan kompas.id dan Bloomberg dengan Bloomberg Terminal.

Merchant

Model bisnis ini sama seperti model bisnis yang sudah ada sebelum era digital, namun perbedaannya terletak pada pemanfaatan digital sebagai saluran distribusi dan pemasaran. Model bisnis ini mendapatkan keuntungan dari penjualan produk yang dihasilkan.

Manufacturer

Model bisnis ini sama dengan sebelumnya, memanfaatkan kekuatan digital untuk membuat proses bisnis lebih efisien dan efektif. Model bisnis ini mendapatkan keuntungan dari penjualan produk yang dibuat. Manufacturer dapat menjual produk langsung ke konsumen maupun ke jaringan distributor yang dimiliki.

Affiliate

Model bisnis ini menawarkan produk yang dimiliki oleh perusahaan lain, dengan keuntungan berupa persentase keuntungan jika terjadi penjualan. Model bisnis ini tidak membayar komisi apapun jika tidak ada penjualan atau aksi konversi apapun yang terjadi.

Community

Model bisnis ini mengandalkan komunitas yang aktif dan engagement yang tinggi untuk menjalankan bisnisnya. Cara perusahaan mendapatkan keuntungan dari model bisnis community bisa dengan biaya langganan, jasa iklan, berjualan langsung, ataupun lainnya.

Subscription

Model bisnis ini membebankan biaya tertentu kepada konsumen sebagai ganti untuk menggunakan layanan yang ditawarkan. Semakin banyak pengguna yang dimiliki maka semakin besar penghasilan yang didapatkan. Contoh perusahaan yang menjalankan model bisnis ini adalah Netflix, Spotify, dan lainnya.

Utility/On-demand

Model bisnis ini membebankan biaya sesuai layanan yang digunakan. Kita banyak melihat model bisnis ini semakin efektif dengan banyaknya tawaran layanan yang ditawarkan. Contoh perusahaan yang menjalankan model bisnis ini adalah Gojek dan Grab.

Pada praktiknya, seringkali model bisnis digital ini dipakai secara bersamaan untuk memperkuat ekosistem digital yang dimiliki. Seperti misalnya community, infomediary, dan subscription banyak sekali dipakai menjadi dasar model bisnis perusahaan media modern. Selain itu, model bisnis ini juga menjadi sangat adaptif dengan perkembangan agar konsumen lebih nyaman.


Artikel ditulis oleh: William Jakfar

.