ArticlesDecember 7, 2020by skytreeMengenal Teknologi Digital Marketing

Secara umum, penggunaan teknologi Digital Marketing akan memiliki banyak fungsi, antara lain: mendukung ketajaman proses Digital Marketing secara keseluruhan, efisiensi waktu dalam menjalankan berbagai strategi digital, efisiensi biaya yang akan dirasakan perusahaan, ketajaman data yang dapat dikumpulkan, dan masih banyak lagi.
https://www.skytreedgtl.com/wp-content/uploads/2020/12/article-headimg-70-1024x640.jpg

Salah satu komponen yang paling penting dalam Digital Marketing adalah pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung strategi digital apapun yang sedang dijalankan oleh sebuah perusahaan. Penggunaan teknologi di sini tentunya mencakup platform yang lazim digunakan untuk menggapai audiens kita seperti media sosial, email, iklan, dan lainnya, serta teknologi yang dapat membantu dalam proses mengoptimasi seluruh saluran digital yang digunakan.

Secara umum, penggunaan teknologi Digital Marketing akan memiliki banyak fungsi, antara lain: mendukung ketajaman proses Digital Marketing secara keseluruhan, efisiensi waktu dalam menjalankan berbagai strategi digital, efisiensi biaya yang akan dirasakan perusahaan, ketajaman data yang dapat dikumpulkan, dan masih banyak lagi.

Teknologi untuk Praktisi Marketing

Secara tradisional, implementasi teknologi dalam berbagai perusahaan dianggap menjadi tanggung jawab departemen Teknologi Informasi (TI). Terlepas dari keahlian yang dimiliki oleh tim TI perusahaan, proses ini seringkali memunculkan sentralisasi pengambilan keputusan yang terkait dengan pemilihan teknologi yang digunakan.

Dengan diperkenalkannya SaaS (Software as a Service) dalam berbagai industri, pemilihan dan penggunaan teknologi kini dapat dilakukan secara terdesentralisasi dari departemen TI. Hal ini dikarenakan pendekatan SaaS tidak lagi membutuhkan adanya proses instalasi, implementasi, integrasi, maupun maintenance teknologi secara umum. Platform apapun yang digunakan, cukup diakses dengan browser atau aplikasi saja.

Tren ini juga terjadi dalam industri Digital Marketing, di mana banyak platform yang memang dihadirkan untuk para praktisi marketing dari berbagai industri, misalnya platform untuk memproduksi konten, CRM, commerce, iklan, data analytics, dan masih banyak lagi. Dengan adanya berbagai pilihan ini, para praktisi marketing juga lebih leluasa memilih platform Digital, sesuai dengan karakter strategi yang dijalankan dan bujet yang dimiliki.

Ada banyak jenis teknologi Digital Marketing yang dikenal. Berikut beberapa fungsi umum yang dapat didukung oleh teknologi.

Teknologi Pendukung Manajemen Media Sosial

Media sosial umum dianggap sebagai platform digital yang paling populer saat ini. Dengan karakteristiknya yang dapat digunakan untuk membangun brand awareness, mempromosikan produk, hingga mendorong engagement dengan audiens, maka media sosial seringkali dijadikan pilihan pertama dalam strategi Digital Marketing.

Salah satu fungsi manajemen media sosial yang paling umum didukung oleh teknologi adalah penjadwalan posting, di mana terdapat platform seperti Hootsuite yang dapat terhubung dengan mayoritas media sosial populer di Indonesia. Dengan menggunakan platform seperti ini, kita dapat mengatur jadwal konten di berbagai media sosial dengan memaksimalkan peran otomasi.

Fungsi lain yang dapat dibantu oleh teknologi adalah fungsi evaluasi kualitas konten. Saat ini sudah tersedia berbagai platform yang dengan cepat mampu mengidentifikasi pada hari dan jam berapa konten media sosial kita mendapatkan tingkat engagement yang terbaik, seperti platform Later.

Di luar itu, masih banyak fungsi yang dapat dibantu dengan teknologi: pengiriman Direct Message di media sosial sebagai bagian dari onboarding follower baru, social listening yang dapat menginformasikan kita mengenai apa yang dibicarakan di sebuah media sosial tertentu mengenai produk kita dan produk kompetitor, hingga pemanfaatan chatbot untuk dapat memudahkan pencarian informasi tentang produk yang digunakan oleh audiens media sosial kita.

Teknologi Pendukung Manajemen Iklan

Iklan juga merupakan sebuah perangkat yang sangat efektif untuk menjangkau target pasar yang kita miliki. Dengan kemampuan pelacakan yang tinggi, iklan dapat dengan cepat mengomunikasikan informasi tentang produk kita ke audiens yang lebih luas.

Di luar platform iklan utama seperti Google Ads atau Facebook Ads, terdapat berbagai platform lainnya yang dapat membantu strategi iklan kita. Salah satunya adalah platform yang berfungsi mensentralisasi aktivitas manajemen iklan—seperti Cobiro, Adspresso, dan sebagainya—yang dapat memudahkan tim Digital Marketing menjalankan berbagai kampanye iklan di banyak platform melalui satu buah dashboard saja.

Selain itu, ada pula platform yang dapat mengidentifikasi kampanye iklan yang sedang dijalankan oleh kompetitor kita, seperti Anstrex dan SpyFu. Platform seperti ini dapat memberikan kita gambaran mengenai targeting iklan yang dimiliki oleh kompetitor kita, estimasi biaya yang dikeluarkan, hingga performa iklan kompetitor secara keseluruhan.

Teknologi Pendukung SEO

Search Engine Optimization atau SEO merupakan salah satu komponen Digital Marketing yang paling kompleks, karena hasilnya sangat ditentukan oleh bagaimana algoritma mesin pencari bekerja.

Kompleksitas ini membuat banyak praktisi Digital Marketing memanfaatkan berbagai platform yang dapat mendukung proses SEO. Dua platform yang cukup populer dalam kategori ini adalah Moz dan SEMrush, yang sama-sama menawarkan berbagai fitur yang terkait dengan SEO seperti melakukan audit performa SEO, mengidentifikasi kata kunci yang paling potensial untuk produk kita, mengetahui peringkat kita di mesin pencari, melihat performa SEO kompetitor, dan masih banyak lainnya.

Teknologi Pendukung Manajemen Email

Email juga merupakan saluran digital yang sering menjadi pilihan dalam inisiatif Digital Marketing, terutama untuk mendorong interaksi antara sebuah perusahaan dengan konsumennya.

Berbagai platform kini sudah tersedia untuk membantu kita menjalankan aktivitas marketing dengan menggunakan email. Misalnya saja Campaign Monitor dan Mail Chimp yang menawarkan berbagai fungsi, mulai dari kemudahan layouting email, kategorisasi audiens penerima email, fitur A/B testing sederhana, hingga analytics yang dapat menggambarkan seberapa baik audiens kita berinteraksi dengan email yang dikirimkan.

Teknologi Pendukung Kegiatan Monitoring

Komponen yang tak kalah pentingnya dalam strategi Digital Marketing adalah melihat bagaimana performa seluruh strategi yang sudah dijalankan. Berbagai platform populer seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, hingga LinkedIn telah menawarkan kemampuan analytics yang dapat menggambarkan bagaimana audiens berinteraksi dengan konten kita.

Untuk melakukan monitoring terhadap website, salah satu platform yang paling populer adalah Google Analytics yang dapat menginformasikan bagaimana audiens berinteraksi dengan website kita, dari saluran digital mana saja kunjungan ke website datang, hingga ke tingkat konversi yang terjadi di website kita.

Jika kita membutuhkan integrasi informasi antara banyak saluran digital, kita juga dapat menggunakan platform seperti Google Data Studio maupun platform dashboard seperti Geckoboard, Klipfolio, dan lainnya yang dapat memberikan gambaran luas tentang performa Digital Marketing kita.

Salah satu tantangan paling awal yang akan kita temukan dalam menggunakan teknologi Digital Marketing adalah menentukan platform seperti apa yang kita butuhkan. Lalu, bagaimana kita dapat memilih platform teknologi Digital Marketing yang paling sesuai dengan kebutuhan kita? Dengan banyaknya platform teknologi Digital Marketing yang tersedia untuk digunakan, sangat mudah untuk tenggelam dalam proses memilah teknologi yang tepat.

Apakah strategi Digital Marketing kita lebih baik menggunakan beberapa platform dengan fungsi spesifik atau yang dikenal dengan nama Stack (bertumpuk)? Ataukah lebih baik kita menggunakan satu platform terintegrasi untuk dapat menjalankan semua fungsi yang kita butuhkan, yaitu dikenal dengan istilah Suite?

.